1. Pengajuan Permohonan (Requirement Request)
Unit kerja mengajukan surat permohonan pengembangan atau pembaruan sistem kepada Kepala Biro BITD.
Unit kerja wajib melampirkan alur bisnis (SOP manual) yang ingin didigitalkan secara jelas.
2. Analisis & Perancangan (System Analysis & Design)
System Analyst melakukan wawancara dengan unit terkait untuk membedah kebutuhan data.
Tim akan merancang diagram alur data (Flowchart/ERD), desain antarmuka (UI/UX), dan arsitektur database.
3. Tahap Pengembangan (Coding Phase)
Programmer menerjemahkan desain menjadi kode program sesuai standar bahasa pemrograman yang ditentukan biro.
Dilakukan secara bertahap (modul per modul) untuk memudahkan pelacakan error.
4. Uji Coba Internal (Alpha Testing)
Sebelum diserahkan ke pengguna, Tim BITD (QA/Tester) melakukan uji coba fungsi dan keamanan untuk memastikan tidak ada error fatal.
5. Presentasi & Uji Coba Pengguna (User Acceptance Test - UAT)
Tim BITD mempresentasikan purwarupa (prototype) sistem kepada Unit Pengguna.
Dilakukan simulasi input data oleh operator unit didampingi tim teknis.
Pembuatan Berita Acara Uji Coba.
6. Revisi & Penyempurnaan
Jika ditemukan ketidaksesuaian saat UAT, programmer melakukan perbaikan (debugging) sesuai catatan masukan.
Jika revisi bersifat mayor (mengubah logika bisnis), kembali ke tahap analisis.
7. Sosialisasi & Serah Terima (Deployment)
Sistem dinyatakan final dan siap diunggah ke server produksi.
Tim BITD mengadakan pelatihan (training) kepada seluruh pengguna akhir.
Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Sistem.
1. Pelaporan Gangguan (Ticketing)
Pengguna (Dosen/Mahasiswa/Staf) melaporkan gangguan pada Tim BITD.
Admin mencatat identitas pelapor, lokasi, dan jenis gangguan (misal: WiFi tidak connect, internet lambat, kabel putus).
2. Verifikasi & Analisis Awal
Teknisi jaringan melakukan pengecekan status server/perangkat dari ruang kontrol (remote checking).
Menentukan apakah gangguan bersifat lokal (perangkat user) atau massal (infrastruktur kampus).
3. Tindakan Perbaikan Lapangan (Troubleshooting)
Jika masalah tidak bisa diatasi dari jarak jauh, teknisi mendatangi lokasi.
Melakukan perbaikan fisik (ganti konektor, restart access point, konfigurasi ulang IP, dll).
4. Uji Konektivitas
Teknisi meminta pengguna untuk mencoba kembali koneksi setelah perbaikan dilakukan.
Memastikan kecepatan dan stabilitas sudah sesuai standar.
5. Validasi & Penutupan Laporan
Jika masalah selesai, tiket laporan ditutup.
Admin mencatat solusi yang dilakukan dalam Log Book pemeliharaan sebagai referensi di masa depan.